Sabtu, 09 April 2011

makalah

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat taufik dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya, sebagai tuugas dari guru PKn kami. masyarakat Indonesia pada umumnya, yang kemudian akan kami presentasikan.
Kami menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, itu dikarenakan kemampuan kami  yang terbatas. Namun berkat bantuan dan dorongan serta bimbingan dari Bapak ibu guru kami, serta berbagai bantuan dari berbagai pihak, akhirnya pembuatan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulisan makalah yang berjudul “Masalah Pengangguran di Pulau Jawa” ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dampak dari pengangguran terhadap kehidupan sehari-hari.
Kami berharap dengan penulisan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami sendiri dan bagi para pembaca umumnya serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di masa yang akan datang.


                                                                                               Penyusun















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………            1
DAFTAR ISI.....................................................................................................            2                  
 BAB I PENDAHULUAN   
1.1  Latar Belakang.................................................................................          3
1.2  Rumusan Masalah............................................................................          3
1.3 Metode Penelitian …………………………………………………          3
            1.4 Tujuan Penulisan...............................................................................         4
BAB II LANDASAN TEORITIS ……………………………………………           5
BAB III PEMBAHASAN
A.    Definisi Pengangguran ......................................................................
B.     Sebab-Sebab Pengangguran
C.     Jenis-Jenis Pengangguran
D.    Dampak  Pengangguran
E.     Cara mengatasi Pengangguran
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA











BAB I
PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
            Tingkat pengangguran di Indonesia semakin tinggi. Terutama di daerah perkotaan. Hal ini disebabkan karena tingkat kepadatan dan pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan lahan pekerjaan yang ada. Selain itu, pengangguran juga disebabkan karena seorang tenaga kerja tidak memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Angka pengangguran di Indonesia yang paling besar adalah di P. Jawa. Hal ini disebabkan karena di P. Jawa jumlah penduduknya sangat banyak dan persebaran tenaga kerja yang tidak merata.
            Pengangguran bukan hanya pada pada orang-orang rendahan saja, tetapi orang-orang yang berpendidikan sampai sarjana pun banyak yang menganggur. Nah karena itulah kami mempunyai pemikiran untuk meneliti masalah pengangguran di Indonesia, terutama di P. Jawa.
2.      RUMUSAN MASALAH
            Kami mengambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertian definisi pengangguran?
2.      Apa faktor-faktor yang menyebabkan pengangguran?
3.      Apa saja jenis-jenis pengangguran?
4.      Apa dampak dari pengangguran?
5.      Apa cara mengatasi pengangguran?

3.      METODE PENELITIAN
            Metode penelitian yang kami gunakan adalah metode kepustakaan. Hal ini disebabkankarena waktu yang singkat yang diberikan oleh guru kami dan kemampuan kami yang terbatas.           



4.      TUJUAN PENELITIAN
Tujuan kami membuat makalah yang berjudul ”Masalah Pengangguran
di P. Jawa” adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahu Definisi Pengangguran
2.      Mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di Indonesia.
3.      Mengetahui jenis-jenis pengangguran
4.       Mengetahui keadaan pengangguran d Indonesia
5.       Mengetahui akibat yang ditimbulkan dari pengangguran.
6.       Mengetahui dampak pengangguran  















BAB II
LANDASAN TEORITIS
            Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
            Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau bekerja secara tidak optimal
            Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1997 Tentang Ketenagakerjaan, “pengangguran adalah golongan angkatan kerja yang dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum mendapatkannya.
          Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1997 dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan :
1.      Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
2.      Tenaga kerja adalah setiap orang laki-laki atau wanita yang sedang dalam dan/atau akan melakukan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
3.      Pekerja adalah tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan kerja pada pengusaha dengan menerima upah

            Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran adalah sebagai berikut:
1.      Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan  Kesempatan Kerja
Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.
2.      Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang
3.      Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan
            tenaga terdidik tidak seimbang

                                                                                                                                  

BAB III
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PENGANGGURAN
              Pada keadaan yang ideal, diharapkan besarnya kesempatan kerjasama dengan besarnya angkatan kerja, sehingga semua angkatan kerja akan mendapatkan pekerjaan. Pada kenyataannya keadaan tersebut sulit untuk dicapai. Umumnya kesempatan kerja lebih kecil dari pada angkatan kerja, sehingga tidak semua angkatan kerja akan mendapatkan pekerjaan, maka timbullah penggangguran. Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama. Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau bekerja secara tidak

Definisi pengangguran menurut Sadono Sukirno:
            Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam
angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya .
Definisi pengangguran menurut Payman J. Simanjuntak
            Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dar Pengangguran adalah orang yang tidak mampu mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan uang meskipun dapat dan mampu melakukan kerja.
Definisi pengangguran menurut Menakertrans
            Pengangguran adalah ornag yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan suatu usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan.


B. SEBAB-SEBAB PENGANGGURAN
            Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran adalah sebagai berikut:
1.      Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan  Kesempatan Kerja
Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada    kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.
2.       Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang
3.       Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan
             tenaga terdidik tidak seimbang
4.    Persebaran tenaga kerja yang tidak merata.
5.    Kurangnya keahlian dan keterampilan terhadap suatu pekerjaan.
6.     Kurangnya modal

C. JENIS-JENIS PENGANGGURAN
1. Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)
                 Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang betul-betul tidak mempunyai pekerjaan. Pengangguran ini terjadi ada yang karena belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal dan ada juga yang karena malas mencari pekerjaan atau malas bekerja.
2. Pengangguran Terselubung (Disguessed Unemployment)
              Pengangguran terselubung yaitu pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan padahal dengan mengurangi tenaga kerja tersebut sampai jumlah tertentu tetap tidak mengurangi jumlah produksi. Pengangguran terselubung bisa juga terjadi karena seseorang yang bekerja tidak sesuai dengan bakat dan kemampuannya, akhirnya bekerja tidak optimal.
Contoh:
              Pada sebuah kantor terdapat 10 tenaga administrasi yang menangani pekerjaan yang ada. Padahal dengan jumlah tenaga 6 orang saja semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik. Akibatnya para pegawai tersebut bekerja tidak optimal dan bagi kantor tentu merupakan suatu pemborosan.
3. Setengah Menganggur (Under Unemployment)
              Setengah menganggur ialah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada pekerjaan untuk sementara waktu. Ada yang mengatakan bahwa tenaga kerja setengah menganggur ini adalah tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu atau kurang dari 7 jam sehari. Misalnya seorang buruh bangunan yang telah menyelesaikan pekerjaan di suatu proyek, untuk sementara menganggur sambil menunggu proyek berikutnya.
           Bila ditinjau dari sebab-sebabnya, pengangguran dapat digolongkan menjadi 7, yaitu:
1. Pengangguran Friksional (Transisional).
            Pengangguran ini timbul karena perpindahan orang-orang dari satu daerah ke daerah lain, dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain dan karena tahapan siklus hidup yang berbeda.
Contoh:
- Perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri, untuk sementara
  menganggur.
- Berhenti dari pekerjaan yang lama, mencari pekerjaan yang baru yang lebih baik.
            2. Pengangguran Struktural
Pengangguran ini terjadi karena adanya perubahan dalam struktur perekonomian yang menyebabkan kelemahan di bidang keahlian lain. Contoh: Suatu daerah yang tadinya agraris (pertanian) menjadi daerah industri, maka tenaga bidang pertanian akan menganggur
3. Pengangguran Siklikal atau Siklus atau Konjungtural
            Pengangguran ini terjadi karena adanya gelombang konjungtur, yaitu adanya resesi atau kemunduran dalam kegiatan ekonomi. Contoh: Di suatu perusahaan ketika sedang maju butuh tenaga kerja baru untuk perluasan usaha. Sebaliknya ketika usahanya merugi terus maka akan terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau pemecatan.
4. Pengangguran Musiman (Seasonal)
            Pengangguran musiman terjadi karena adanya perubahan musim. Contoh: pada musim panen, para petani bekerja dengan giat, sementara sebelumnya banyak menganggur.
5. Pengangguran Teknologi
            Pengangguran ini terjadi karena adanya penggunaan alat–alat teknologi yang semakin modern. Contoh, sebelum ada penggilingan padi, orang yang berprofesi sebagai penumbuk padi bekerja, setelah ada mesin penggilingan padi maka mereka tidak bekerja lagi.
6. Pengangguran Politis
            Pengangguran ini terjadi karena adanya peraturan pemerintah yang secara langsung atau tidak, mengakibatkan pengangguran. Misalnya penutupan Bank-bank bermasalah sehingga menimbulkan PHK.
7. Pengangguran Deflatoir
            Pengangguran deflatoir ini disebabkan tidak cukup tersedianya lapangan pekerjaan dalam perekonomian secara keseluruhan, atau karena jumlah tenaga kerja melebihi kesempatan kerja, maka timbullah pengangguran.
D. DAMPAK PENGANGGURAN
Ø  Dilihat dari segi ekonomi, pengangguran memiliki dampak sebagai berikut:
1.      Pengangguran secara tidak langsung berkaitan dengan pendapatan nasional. Tingginya jumlah pengangguran akan menyebabkan turunnya produk domestik bruto (PDB), sehingga pendapatan nasional pun akan mengalami penurunan
2.      Pengangguran akan menghambat investasi, karena jumlah tabungan masyarakat ikut menurun.
3.      Pengangguran akan menimbulkan menurunnya daya beli masyarakat, sehingga akan mengakibatkan kelesuan dalam berusaha.
Ø  Ditinjau dari segi sosial, pengangguran bisa menimbulkan dampak yang tidak kecil.
Secara sosial, pengangguran dapat menimbulkan:
1.      Perasaan rendah diri;
2.      Gangguan keamanan dalam masyarakat, sehingga biaya sosial menjadi meningkat.
              Pengangguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di awah ini:
·      Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.
·         Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasionla dari sektor pajak berkurang. hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian menurunsehingga pendapatan masyarakat pun akanmenurun. dengan demikian, pajak yang harus diterima dari masyarakat pun akan menurun. jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.
·         Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang- barang hasil produksi akan berkurang. keadaan demikian tidak merangsang kalangan investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.

Ø  Dampak Pengangguran Terhadap Individu yang Mengalaminya dan Masyarakat
            Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
v  Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
v  Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
v  Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial politik.
            Apabila pengangguran dibiarkan tentunya akan berdampak negatif terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Bila tingkat pengangguran tinggi akan menyebabkan tingkaty kemakmuran rendah, bahkan dapat membahayakan stabilitas negara.
Beberapa akibat pengangguran di antaranya:
v  terjadinya bahaya kelaparan,
v  tingkat pertumbuhan ekonomi rendah,
v  pendapatan perkapita masyarakat rendah,
v  angka kriminalitas tinggi.
E. CARA MENGATASI PENGANGGURAN
1.      Memperluas kesempatan kerja
       Menurut Soemitro Djojohadikusumo, kesempatan kerja dapat diperluas dengan dua
cara, yaitu:
a.Pengembangan industri, terutama jenis industri yang bersifat padat karya
  (yang dapat menyerap relatif banyak tenaga kerja);
b.Melalui berbagai proyek pekerjaan umum, seperti pembuatan jalan, saluran
  air, bendungan dan jembatan.
2.      Menurunkan jumlah angkatan kerja
       Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan jumlah angkatan kerja, misalnya program keluarga berencana, program wajib belajar dan adanya pembatasan usia kerja minimum.
3.      Meningkatkan kualitas kerja
       Meningkatkan kualitas kerja dari tenaga kerja yang ada, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan keadaan. Banyak cara yang bisa dilakukan, seperti melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, kursus, balai latihan kerja, mengikuti seminar dan yang lainnya.Untuk itu perlu diupayakan cara mengatasi pengangguran, antara lain sebagai berikut:
·         Meningkatkan mutu pendidikan,
·         Meningkatkan latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan keterampilan sesuai untutan industri modern,
·         Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan,
·         Mendorong terbukanya kesempatan usaha-usaha informal,
·         Meningkatkan pembangunan dengan sistem padat karya,
·         Membuka kesempatan kerja ke luar negeri.
       Adanya bermacam-macam pengangguran membutuhkan cara-cara mengatasinya
yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sbb :
v  Cara mengatasi pengangguran struktural
       Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :
1.Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja
2.Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sektor yang      kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan
3.Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
4.Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran
.
v  Cara mengatasi pengangguran friksional
Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara- cara sbb:  
       -Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri- industri baru, terutama    yang bersifat padat karya
-Deregulasi dan debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru
-Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industri
-Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.
-Pembukaan proyek- proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, pltu, plta, sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.
v  Cara mengatasi pengangguran musiman :
Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara :
·         Pemberian informasi cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan
·         Melakukan pelatihan di bidang ketrampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu. 



0 komentar:

Posting Komentar

buku tamu